Selamat Datang

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

مرحبا أهلا وسهلا بحضوركم في موقعي هذا. موقع فردي بهيج . موقع الألبّاء

Rabu, 06 Mei 2015

Betapa agungnya Allah

Sesuatu yang indah dan sempurna adalah ciptaan-Nya. Disekeliling kita tumbuhan bertumbuh, air mengalir, udara terhembus. Tiada yang tak sempurna. Aturan demi aturan tiada yang dilanggar oleh mereka. Hanya manusia yang membangkang. Tidak mau menuruti aturan Sang Maha Suci.

Butir demi butir aturan yang Allah tetapkan mengandung hikmah agung tiada tara. Hikmah tersembunyi yang dirahasiakan untuk menguji manusia. Apakah mau menjalankan aturan meski tidak tahu hikmah besar tersembunyi itu?

Banyak manusia ingin tahu hikmah itu, tapi meninggalkan aturan yang tak terkuak hikmahnya karena memang sulit untuk menguaknya. Bukankah seharusnya kita cukup "menaati dokter yang faham seluk beluk obat pasiennya"? Bukankah kita cukup menaati Tuhan yang faham betul akan semua ciptaannya, Sang Maha Bijak nan Maha Indah tiada tara?

Allah, ampunilah hamba!!! Karena tak becus menjalankan aturan2Mu, yakni syariat islam yang mulia.

Kamis, 26 Februari 2015

Sejarah Dua Ibu Nyai dan Perjuangan Dakwah

Mari kita panjatkan syukur ke hadirat Allah yang telah menjadikan kita sebagai umat yang terbaik. Allah s.w.t. berfirman:
كنتم خير أمة أخرجت للناس تأمرون بالمعروف وتنهون عن المنكر
(Kalian adalah sebaik-baiknya umat yang dikeluarkan untuk manusia. Kalian memerintah yang ma'ruf dan mencegah yang munkar)
Sholawat serta salam marilah kita haturkan ke hadirat Baginda Agung Nabi Muhammad s.a.w. yang telah melaksanakan dan menyampaikan amanat agung dari Allah kepada kita, umat manusia.

Bapak presiden kita yang pertama, Bapak Sukarno, berpesan kepada kita. Pesan itu berbunyi, "Jas Merah: jangan sekali-kali melupakan sejarah!" Karena di balik sejarah ada 'ibrah, ada pula pengalaman dan petuah. Oleh karena itu, berikut akan saya ceritakan dua buah kisah.

Kamis, 06 November 2014

Era Mbah Gugel

Entah bagaimana cara mengungkapkannya, tetapi yang jelas zaman kita sekarang ini sudah jauh berbeda dengan zaman bahula/kuno. Pada zaman semono, untuk mendapatkan informasi diperlukan pergi ke sana dan pergi ke sini untuk mendapatkan sekelumit pengetahuan. Tak terbayangkan orang yang duduk manis di dalam kamar bisa mengetahui banyak hal. Tak heran jika ilmu Nabi Muhammad merupakan mu'jizat di mana Beliau tidak pernah bepergian selain untuk berdagang. Jika toh ada yang mengajari Beliau saat bepergian, berapa besar ilmu yang dapat diserap hanya dalam waktu singkat. Ataukah Beliau diberi berlembar-lembar catatan untuk dipelajari? Rasa-rasa jika beliau mendapat lembar-lembar itu, maka tak akan menambah ilmu Beliau, toh beliau seorang ummi yang tidak bisa baca tulis. Ah, tak terbayangkan betapa sulitnya mendapatkan ilmu pada saat itu.
Sekarang ketika Allah telah membuka khozain al-ardl wa al-sama, atau ilmu-ilmu yang sebelumnya belum diketahui, kita, manusia menemukan kemudahan-kemudahan terutama dalam bidang informasi. Terbentuklah teknologi infomasi (IT). Bahkan, saking pesatnya IT tersebut, era kita ini sering disebut dengan era informasi. Informasi apa saja bisa kita raih. Bahkan saat kita duduk manis di sudut kamar dan menyendiri. Seakan ada wahyu datang melalui sinyal modem yang mewujudkan diri pada layar komputer kita. Maa syaa' Allah laa haula walaa quwwata illaa billah.
Orang-orang sudah tidak perlu lagi pergi ke desa sebelah, kalau hanya ingin mengetahui kabar berita; tidak perlu menunggu bertahun-tahun untuk bergurau dengan saudara nan jauh di Makkah atau negara-negara lainnya. Bahkan ilmu apa saja siap untuk dipelajari dan dipilah-pilah kebenarannya bagi siapa saja yang menginginkannya.
Inilah anugerah Allah yang Maha Besar bagi kita semua di era ini, atas sayang-Nya kepada Baginda Nabi Muhammad s.a.w. Tapi, sayang. Anugerah ini terkadang justru seakan menjadi senjata makan tuan. Sesuatu yang Allah berikan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya, tetapi justru banyak orang yang menggunakannya untuk berdurhaka terhadap-Nya. Na'udzu billahi min dzalik. Mari kita introspeksi diri, termasukkah kita ke dalam yang berdurhaka atau yang memanfaatkan sebaik-baiknya.


Kamis, 23 Oktober 2014

إن ما فكرت لهو ما صرت



كلما تفكر في نفسانك شيئا ما فلهي هو وﻷنت ما فكرته
فالله جل ربنا قال لنا في حديثه القدسي الراوي محمد
أنا عند ظن عبدي بي أعجب به قوﻻ يكون صادقا وواقعا
ففكر العبد في نفسانه ظنه بفعل ربه الحكيم حاسبا
فاجعل لنفسك أن تفكر ما تريد أن تكونه نفسك الفقيرة 
نظمه اللبيب من ليس له علم وحلم غير ما يقلل

Creative Commons License
إن ما فكرت لهو ما صرت by Muhammad Labib is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.

Jumat, 30 Mei 2014

Proses yang Terbengkalai

Waktu berjalan dan sekarang sudah berada dihujung semester "akhir" (sem 4) untuk studi s2 yang aku jalani.
Hari berganti hari dilalui, sekarang sudah saatnya mengakhiri studi s2 ini. Untuk itu, diperlukan tiga ujian, yakni seminar proposal, ujian komprehensif, dan munaqosyah. Tapi baru berjalan satu saja, yakni seminar proposal.
Dua minggu yang lalu, makalah kompre sudah aku mulai. Aku bangun garis besarnya. Sedikit-sedikit aku mulai menulisnya. Hingga terbengkalai sampai sekarang. Bukan karena apa tapi karena membantu orang tua, membimbing jama'ah umroh yang dibinanya. Sekarang tinggal satu bulan untuk menyelesaikannya, tapi semua ide yang ada waktu itu sudah lupa. Istilahnya, lama tak jumpa sudah tak biasa.
Hmpfh, pengen ngebut tp sudah blank rasanya. Terbayang, sanggupkah studi ini selesai sekarang. Jika tidak, maka harus bagaimana semua ini? Apa harus aku kejar dan harus selesai sekarang, atau pasrah saja sama yang kuasa baik selesai sekarang atau menambah satu semester lagi?
Jika aku pilih kejar, rasanya beban ini berat sekali. Aku detik ini lebih memilih usaha kalem, mungkin tambah satu semester lagi tidak mengapa. Meski tampaknya tak baik, tapi ini yang aku rasa riil, dengan pertimbangan kondisi aku saat ini.
Di saat dimana aku lagi pada kondisi yang tidak on fire. Saat-saat di mana aku selalu berdoa kepada Allah
اللهم إني أعوذ بك من العجز والكسل وأعوذ بك من الجبن والبخل وأعوذ بك من غلبة الدين وقهر الرجال
tp nampaknya Allah belum menunjukkah itu padaku. Di sisi lain, aku yakin Allah pasti akan mengabulkan doa hambanya yang mu'min. Tapi entah dalam wujud yang bagaimana.
Baik tidaknya keputusan aku ini, semoga diberi hasil yang baik oleh Allah s.w.t.

Rabu, 13 Juli 2011

Kecewa Lampu Padam

Semalam lembur buat revisi skripsi yang selama ini menjadi beban pikiran. Serasa berat sehingga pikiran yang lain tidak kuat ditampung. Inginnya menghindari saja. Tapi tidak bisa, menghindari sama saja sia-sia kuliahku di semarang tanpa ada penghargaan berupa syahadah kelulusan yang hanya bisa didapat dari selesainya skripsi. Tanpa ada penghargaan ilmu yang kudapat seakan sirna, karena itu adalah ilmu dunia.

Setelah lemburan semalam, hati ini lega dengan selesainya revisi. Harapan pagi ini, aku bisa melangkah satu langkah lagi dengan mencetak hasil revisi dan menyerahkanya kepada dosen penguji agar dicek dan disetujui. Tetapi apa daya, harapan hanya harapan. Allahlah yang mewujudkan. Setelah rapi, wangi, dan siap semua, aku datangi tempat fotokopi yang menyediakan jasa cetak. Ternyata aku kecewa, karena lampu padam. Aku lanjutkan perjalanan ke kampus dengan harapan ada rental komputer atau sebagainya yang menyediakan printing, tetapi daerah kampus pun lampu padam. Aku jalan-jalan keliling kampus, cari-cari informasi di kantor kampus, dari pada sudah susah-susah keluar tanpa guna. Akhirnya aku lelah dan istirahat di masjid kampus, sambil baca buku (etok-etokke, tapi moco buku malah ngantuk, wkwkwk) akhirnya tertidur pulas beberapa puluh menit. Aku terbangun, mengharap lampu sudah tidak padam. Aku menuju tempat yang menyediakan printing, ternyata lampu masih padam. Yah,, kecewa deh lampu padam....

Selasa, 21 Juni 2011

Cercahan Harapan

Harapan itu mulai bersinar cerah, bermetamorfosa menjadi keyakinan kuat untuk menjadi nyata. Setelah bab demi bab diselesaikan. Ya, bab-bab dalam naskah skripsi. Alhamdulillah sudah selesai pagi ini. Tidak mengecewakan kalau semalam dada ini terasa sesak setelah hampir separo malam aku lengkapi data-data yang dibutuhkan. Harapan itu mulai meyakinkan. Semoga benar-benar terjadi, dan tak ada hambatan berarti untuk bertoga di hari wisuda semester ini.

Sedih kiranya "hari terakhir" itu tertunda satu tahun yang lalu. Seharusnya satu tahun yang lalu aku sudah berada di "hari terakhir"ku. Semua mata kuliah sudah terambil dengan sempurna. Seluruh SKS sudah ada nilainya, hanya 6 SKS yang belum, yakni 6 SKS skripsi. Tapi kenyataannya "hari terakhir" itu akan terjadi bulan juli ini, insyaallah. Aku tidak mau hari itu ditunda lagi. Aku ingin menjalani hari-hariku yang baru lagi, karena akhir di sini tidak berati berhenti. Tetapi akhir berati bermula kembali.