Selamat Datang

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

مرحبا أهلا وسهلا بحضوركم في موقعي هذا. موقع فردي بهيج . موقع الألبّاء

Kamis, 17 Juli 2008

kehilangan flashdisk

Aq sedang ingin mencurahkan kesedihanku. Semoga temen-temen bisa bantu, walaupun sekadar memberikan doanya diseberang pengetahuanku.
Flashdisk telah hilang. Banyak kenangan pada flashdisk itu. Bukan pada flashdisknya, tapi pada isinya. Banyak foto, makalah, video, kenanganQ bersama keluarga di rumah, kengangnQ bersama temen-temen KPI di Demak, kenanganQ bersama temen-temen pondok, kenanganQ bersam dosen-dosen.
Aq berharap temen-temen ikut mendoakan atas kesediahnQ ini.
Aq telah memohon kepada Allah Tuhan Sang Maha Pengijabah. Dia berfirman dan Firmannya adalah nyata: yang artinya: mintalah kepadaku niscaya akan aku kabulkan. Aq percaya itu.
Jikalau doaQ tiada diistijabah, maka aQ tahu Allah pasti akan mengganti dengan yang lebih baik.

Rabu, 16 Juli 2008

أمي وأبي

Ibunda, Ayahanda...
Panda tahu, Ibunda dan Ayahanda selalu mendoakan Panda
Panda tahu, Ibunda dan Ayahanda selalu mengharapkan kesuksesan Panda
Panda tahu, Ibunda dan Ayahanda rela berkorban demi Panda
Maka tiada lain Panda harus membalasnya
Panda berjanji akan berusaha berbakti mencapai cita dan tidak mengecewakan Ibunda dan Ayahanda berdua.
你们是我的父母

Panda

Pengalamanku dengan SPt

SPt Tahunan Pajak. Begitulah ia disebut. SPt merupakan singkatan dari Surat Pemberitahuan. Lebih khususnya ia dibagi menjadi 2. pertama, SPt Tahunan Pajak Penghasilan Pasal 21, dan kedua, SPt Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan. Saya tidak bisa membedakan keduanya. Yang jelas, keduanya terdiri dari berlembar-lembar kertas dan harus diisi secara lengkap dan jelas.
Jika SPt belum diserahkan, maka menimbulkan sanksi berupa denda 100.000.- per SPt . Denda tersebut tidak termasuk denda bunga. Jadi jika SPt terlambat diserahkan akan mengakibatkan dua denda. Denda yang memberatkan! Apalagi, menurut informasi, SPt tahun 2008 jika terlambat diserahkan, maka didenda sebesar 1.000.000,- per SPt . Wow banyak sekali bukan!
Saya sadari, jika hal itu memang untuk memotivasi, katakanlah begitu, para wajib pajak agar tidak menunda-nunda pembayaran pajak yang wajib ia bayar. Akan tetapi permasalahannya adalah tentang wajib pajak badan yang mana beranggotakan orang-orang yang tidak mengetahui istilah-istilah dalan SPt tersebut. Tidak tahu apa itu aktiva, pasiva, amortisasi, dan lain-lain. Karena bingung, dia menunda-nunda pengisian SPt sampai hari-hari menjelang akhir.
Batas waktu pengisian SPt sudah mepet. Diisilah SPt . Tentunya karena dia tidak paham istilah istilahnya dia isi sebisanya. Akibatnya banyak kekeliruan yang dia tulis. Dia pun mondar-mandir berkonsultasi ke kantor pajak. Sampai akhirnya melewati deadline yang ditentukan. Dengan itu sudah bisa dipastikan dia terkena denda.
Ya, walaupun uraian pembayaran nihil, badan itu harus membayar 200.000,- sebagai denda ketelatan penyerahan SPt . Dia merasa terbebani oleh hal itu. Ini menurutnya adalah pemberatan. Dia tidak tahu harus bagaimana. Itulah yang dia hadapi. Dia tidak tahu siapa yang harus disalahkan.
Ketua Badan tersebut sebetulnya sudah memerintahkan anggotanya yang lain sebelum dia untuk menyelesaikan pengisian SPt ini. Tapi dia mengulur waktu. Ketika ditanya dia hanya menjawab, ”Maaf, saya tidak punya waktu”. Bisa dipahami mungkin dia merasa tidak tahu apa yang harus diisi di lembaran-lembaran SPt . Lalu di hari-hari terakhir, Ketua memerintahkan dia (anggota yang awal tadi) untuk menghandel masalah pajak ini. Lalu dia pelajari SPt itu dari buku panduan yang ada. Karena dia tidak pernah belajar akutansi dan tidak berpengalaman tentang SPt sebelumnya, dia pun tidak paham istilah-istilah didalamnya.
Dia, ketika dikantor pajak, tepatnya di Seksi Pelayanan dan Konsultasi, diceramahi banyak, terutama tentang neraca, aktiva, pasiva. Pada mulanya dipahaminya bahwa aktiva adalah semua milik badan berbentuk apapun. Sedangkan pasiva adalah milik orang lain yang dipinjam oleh badan. Tetapi pemahaman itu tertampis oleh pernyataan bahwa jumlah aktiva harus sama dengan jumlah pasiva.
Dia masih bingung harus membuat pasiva seperti apa sehingga bisa sama dengan aktiva. Apa harus hutang dulu sebesar aktivanya agar pasiva bisa sama dengan aktiva?!!!

Kamis, 26 Juni 2008

Di depan rumah Ibu Ummul

Di tengah yang berbaju serba biru adalah ibu Ummul dan Garwone pak Ibnu Hajar.
Dan yang lain adalah anak Komunikasi Penyiaran Islam 2006 Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang. Semua bisa Ikut kecuali yang berhalangan, seperti Mahfud, Rohmah.
Posted by Picasa

Kebersamaan KPI 06

Beginilah keakraban anak KPI 2006. Kami memakai pakaian serba merah sehingga kami dikira simpatisan bibit rustri. Kami diundang Ibu Ummul Baroroh makas siang. Hal itu sudah biasa, setiap akhir perkuliahan seperti ini Ibu Ummul selalu mengundang mahasiswanya makan siang atau berbuka (jika bertepatan dengan ramadlan). Ini yang laki-laki yang kelihatan cuma aku tok. Soale Chanif yang memotret, indra ma farukhi ma tahkim sedang asik bernaung di bawah pohon yang sejuk di samping.
Posted by Picasa

Sabtu, 21 Juni 2008

Tes Akhir Semester IV Telah Selesai

Segala Puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan ni'matnya kepada hambanya, sehingga tiada bisa daku menghitungnya. Aku bersolawat dan bersalam ke hadirat Baginda Agung Utusan Allah Nabi Muhammad s.a.w. yang karenalah dunia berada.
Alhamdulillah, alhamdulillah, dan alhamdulillah. Satu semester sudah Q jalani. Berkat doa dari Abah dan Ibuk dan dari temen2Q semua tugas2Q dimudahkan oleh Allah s.w.t. selama satu semester ini, sehingga tes akhir semester ini menjadi mudah. Dalam TAS ini yang dirasa sedikit sulit adalah Studi Kebijakan Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Setelah usaha sedemikian rupa, yang bisa Q lakukan hanyalah tadlorru' dan meminta-minta kepada Tuhan Yang Maha Kaya untuk memberikan nilai yang baik yang bisa memotivasi diriQ ke arah yang lebih baik. Dan Q berharap nilai semester ini lebih baik dari pada nilai semester yang lalu. Allahumma amiiin.

Selasa, 03 Juni 2008

Oh, Juni. You say to me "Happy birthday!!!"

Bulan Juni telah datang. Bulan dimana Aku dulu dilahirkan. Betapa senangnya aku menunggu tanggal 13. Tapi betapa sedihnya Aku melihat diriku tidak menggunakan sebaik mungkin waktuku. 19 tahun sudah Aku hidup di dunia ini. Tapi berapa tahun yang Aku gunakan?!!! Waktuku habis oleh kemalasan, habis oleh hal-hal yang tiada berguna.
Labib!!!
Jadilah kamu sesuai namamu. Selalu gunakanlah waktumu untuk berfikir, berfikir tentang indahnya alam semesta. Berfikirlah alangkah indahnya ciptaan Tuhanmu. Tiada yang bisa menandingi. Berfikirlah tentang tujuan hidup ini. Maka tiadalah tujuan hidup ini melainkan mendapat ridlo Ilahi.
Labib!!!
Ingatlah semua dosa yang telah kamu lakukan. Betapa banyak itu?! Sudahkah seimbang dengan kebaikanmu?! Mintalah kepada Tuhanmu aagr dijauhkan dari dosa-dosa, agar terhindar dari dosa-dosa, walaupun kamu harus hina di depan manusia. Apalah arti manusia kalau dihina Allah.
Labib!!!
Ingatlah selalu mati!!!